Jumat, 24 Januari 2020


Tetesan air mata ibu
Kata sabar sudah jadi makanan sehari-hari mu
Cobaan bertubi-tubi terus mengalir
Bagaikan angin dalam debu
Cacian makian berseteru dalam ingatan
Dengan mohon petunjuk dari –Mu
Mungkin tak terasa tetesan air matamu ibu sudah menjadi muara
Ibu engkau lah pendusta
Ucapan mu membuat hati terasa tenang
Tapi pundak mu penuh beban dan duri
Aku mohon ibu untuk menghapus air matamu
Maafkan lah aku ibu
Jasa mu tak kan pernah bisa tergantikan
Tangisan mu tak sebanding dengan tangisan ku di kala kecil
Dengan senang hati ibu aku ingin membahagiakan mu

1 komentar: