Tetesan air mata
ibu
Kata
sabar sudah jadi makanan sehari-hari mu
Cobaan
bertubi-tubi terus mengalir
Bagaikan
angin dalam debu
Cacian
makian berseteru dalam ingatan
Dengan
mohon petunjuk dari –Mu
Mungkin
tak terasa tetesan air matamu ibu sudah menjadi muara
Ibu
engkau lah pendusta
Ucapan
mu membuat hati terasa tenang
Tapi
pundak mu penuh beban dan duri
Aku
mohon ibu untuk menghapus air matamu
Maafkan
lah aku ibu
Jasa
mu tak kan pernah bisa tergantikan
Tangisan
mu tak sebanding dengan tangisan ku di kala kecil
Dengan
senang hati ibu aku ingin membahagiakan mu
ok
BalasHapus